Search User Login Menu
Tools
Close

dens
/ Categories: Energi

Produsen Kurangi Pasokan, Harga Minyak Melompat

Mengurangi pasokan global di tengah kekhawatiran penurunan permintaan karena perang dagang Amerika Serikat (AS) dengan China.

Ilustrasi minyak dunia. (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean).

 

Jakarta - Harga minyak kembali meningkat. Pasar merespons keputusan dari produsen utama yang terus mengurangi pasokan global di tengah kekhawatiran penurunan permintaan karena perang dagang Amerika Serikat (AS) dengan China.

Mengutip Reuters, Senin (12/8), waktu AS, harga minyak berjangka Brent dilaporkan naik 4 sen menjadi US$58,57 per barel. Sementara, harga minyak Amerika Serikat (AS) West Texas Intermediate (WTI) meningkat 43 sen menjadi US$54,93 per barel. 

Sikap pasar terpecah antara perkiraan perlambatan permintaan minyak global dan keputusan produsen dalam mengurangi pasokan demi menyeimbangkan harga. Diketahui, Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) sepakat untuk memangkas produksi sebesar 1,2 juta barel per hari. 

Kuwait berkomitmen untuk menaati perjanjian OPEC. Menteri Peminyakan Khaled Al-Fadhel menyatakan sudah menurunkan produksi minyak lebih dari jumlah yang dipersyaratkan dalam perjanjian. Kendati begitu, ia menilai pasar terlalu membesar-besarkan ramalan mengenai perlambatan permintaan minyak. 

Al-Fadhel optimistis permintaan minyak akan kembali menggeliat pada semester II 2019. Dengan demikian, surplus minyak bisa berkurang secara bertahap. 

Pemimpin OPEC, Arab Saudi, juga berkomitmen untuk mendukung harga di pasar. Terlebih, Saudi Aramco yang merupakan perusahaan minyak nasional di Arab berniat untuk melepas saham ke publik dengan melakukan penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO). 

Namun, Pemerintah Arab masih melihat kondisi pasar terlebih dahulu sebelum memutuskan kapan waktu yang tepat untuk IPO. Dengan kata lain, Arab akan menunggu harga minyak kembali stabil untuk melepas saham Saudi Aramco ke publik, informasi berikut dilanisr dari http://cnnindonesia.com

"Saudi akan membutuhkan harga minyak yang lebih tinggi untuk IPO dan mereka akan melakukan apa pun untuk menaikkan harga minyak," kata Analis Price Futures Group di Chicago Phil Flynn.
 

Previous Article Jonan Tolak Poin Revisi Aturan Ganti Rugi Listrik Mati
Next Article Laba Saudi Aramco Turun 12 Persen di Semester I 2019
Print
54 Rate this article:
No rating

Please login or register to post comments.

Back To Top