Search User Login Menu
Tools
Close

dens
/ Categories: Teknologi

Fosil Hutan Purba Usia 350 Juta Tahun Ditemukan di China

Fosil ditemukan di sebuah hutan dekat kota Xinhang, Provinsi Anhui, China.

Ilustrasi fosil. (Arizona State University/J Ramon Arrowsmith)

 

Jakarta - Para paleontologi telah menemukan fosil pohon zaman purba di China. Dilansir dari Smithsonianmag, hasil penelitian yang dirilis oleh Current Biology pada Kamis (8/8) mengungkap fosil hutan terbesar dan pertama di Asia.

Hutan yang diduga berasal dari era Devon tersebut memiliki luas sekitar 250 ribu meter persegi. Fosil ditemukan di sebuah hutan dekat kota Xinhang, Provinsi Anhui, China.

Hannah Osborne dari Newsweek menuliskan fosil pohon zaman purba tersebut terlihat di dinding tambang tanah liat Jianchuan dan Yongchuan. Tampilan pohon tersebut termasuk batang dan struktur yang menyerupai biji pinus. 

Jenis tumbuhan yang ditemukan tersebut masuk ke dalam kelompok tumbuhan paku atau lycopsida yang berpembuluh spora.

Bentuk tanaman prasejarah ini tidak seperti pohon yang kita temui pada umumnya. Karena termasuk tumbuhan perintis, maka batang tumbuhan ini cenderung lurus sederhana dan tidak bercabang. Menurut Science Daily, lycopsid umumnya tumbuh hingga 3,2 meter dan diperkirakan mampu mencapai hingga 7,7 meter. 

Namun, Maya Wei-Haas dari National Geographic melaporkan bahwa sulit untuk mengukur ketinggian pohon lycopsid karena banyak dari puncaknya patah selama fosilisasi.

Lycopsid ini diperkirakan tumbuh pada periode Devon yang termasuk era paleozoikum yaitu 350 juta tahun lalu.

Kemungkinan hutan tersebut pernah menjadi bagian dari rawa pantai yang secara berkala terendam banjir. Banjir itu, diyakini, mengubur pohon di sedimen, yang memungkinkan mereka menjadi fosil. Sebelumnya, fosil hutan periode Devon telah ditemukan di Amerika Serikat dan Norwegia.

Hal yang paling menarik bagi peneliti dari penemuan ini adalah bagian akar tumbuhan yang lebih maju dibandingkan apa yang dibayangkan sebelumnya tentang tumbuhan pada periode devon.
Berdasarkan laporan Smithsonianmag, akar tersebut memungkinkan pohon-pohon di rawa pada periode karbon dapat tumbuh lebih tinggi. Rawa tersebut kemudian menjadi lapisan batu bara yang digunakan manusia untuk bahan bakar saat ini. 

"Inilah yang memicu Revolusi Industri," ujar paleobotanis Universitas Cardiff Christopher Berry kepada Wei-Haas. 

"Ini adalah dasar dari peradaban kita saat ini; struktur [akar] kecil ini, yang kita lihat pertama kali di hutan ini," tambahnya.

"Temuan terus menerus dari fosil pohon baru ini sangat fantastis. Seperti pepatah lama, yang terbaik selalu yang berikutnya," tutup Deming Wang dari Universitas Peking, penulis dari jurnal Current Biology, dalam siaran pers. 

Previous Article PUBG Mobile Lagi Maintenance, Ini Update Terbarunya
Next Article Kemenperin Sarankan Esemka Perbanyak Komponen Lokal
Print
26 Rate this article:
No rating

Please login or register to post comments.

Back To Top