Search User Login Menu
Tools
Close

dens
/ Categories: Finansial

Rupiah Dibayangi Hantu Resesi dan Penantian Data Perdagangan

Dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah di perdagangan pasar spot hari ini.

Ilustrasi Rupiah (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

 

Jakarta  - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah di perdagangan pasar spot hari ini. Sentimen eksternal dan domestik menjadi beban bagi langkah mata uang Tanah Air. 

Pada Kamis (15/8/2019), US$ 1 dihargai Rp 14.260 kala pembukaan pasar spot. Rupiah melemah 0,14% dibandingkan posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya. 

Kemarin, rupiah menutup perdagangan pasar spot dengan penguatan 0,52%. Rupiah menjadi mata uang terbaik di Asia. Namun hari ini kemungkinan rupiah tidak bisa melanjutkan pencapaian tersebut. 

Apa daya, sentimen eksternal sedang tidak mendukung. Sepertinya risk appetite investor sedang sangat rendah, aset-aset berisiko di negara berkembang akan kesulitan menjaring peminat.

Penyebabnya adalah persepsi risiko resesi yang semakin tebal. Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS tenor dua dan 10 tahun mengalami inversi alias yang jangka pendek lebih tinggi ketimbang jangka panjang. 

Inversi menunjukkan bahwa risiko dalam jangka pendek lebih tinggi ketimbang jangka panjang. Oleh karena itu, inversi kerap dikaitkan dengan pertanda resesi. 

Jadi, jangan berharap banyak pasar keuangan Indonesia bakal kedatangan arus modal yang deras hari ini. Akibatnya, sangat sulit bagi rupiah untuk kembali menguat. 
 

Previous Article Pembukaan Pasar: Rupiah Melemah ke Rp 14.260/US$
Next Article Garena Free Fire Selesai Maintenance, Ini Update Terbarunya
Print
86 Rate this article:
No rating

Please login or register to post comments.

Back To Top