Search User Login Menu
Tools
Close

dens
/ Categories: Teknologi

Produksi Mobil Listrik di Indonesia demi Ekspor ke Australia

Australia saat ini tidak punya produsen otomotif, namun tingkat konsumsi mobil di sana cukup tinggi

Suasana aktivitas bongkar muat peti kemas dan kendaraan ekspor di Pelabuhan Tanjung Priok, 

 

Jakarta - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan hitung-hitungan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) kendaraan listrik Indonesia menyesuaikan keinginan Australia. Penyesuaian itu berkaitan dengan Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partenrship Agreement (CEPA).

Menurut Airlangga penyesuaian itu sebagai cara untuk memuluskan target pemerintah dan produsen yang ingin menembus Australia sebagai destinasi ekspor. Australia saat ini tidak punya produsen otomotif, namun tingkat konsumsi mobil di sana cukup tinggi atau lebih dari 1 juta unit per tahun.

"TKDN sinkron dengan apa yang kami sudah janjikan dengan Australia demi ekspor mobil listrik. Australia minta lokal konten setidaknya 40 persen," kata Airlangga di kantornya kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (14/8).

TKDN mobil listrik menurut Airlangga tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) tentang percepatan pengembangan kendaraan bermotor listrik yang sudah diteken Presiden Joko Widodo pada 5 Agustus 2019.

Di draft perpres disebut tertulis TKDN minimum 40 persen pada 2021-2023. Selain itu Airlangga mengatakan tahun depan komponen mobil listrik yaitu baterai akan diproduksi di dalam negeri.

Indonesia saat ini sudah memiliki kawasan industri khusus untuk produksi baterai kendaraan yakni di Halmahera, Maluku bernama bernama Weda Bay Nickel dan di Morowali, yaitu Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP).

Namun Airlangga tak mengungkap siapa produsen komponen itu dan di mana tepatnya aktivitas produksi bakal dilakukan.

"Jadi kalau mobil listrik itu dari segi komponen sampai bahan baku baterai cell itu akan produksi tahun depan. Sekarang beberapa baterai sudah bicara dengan kementerian. Mereka ada yang bicara meminta fasilitas-fasilitas tertentu. Jadi ya kami masih membuka kepada mereka yang akan investasi di Indonesia," kata Airlangga.

Previous Article Astronom Deteksi 8 Sinyal Misterius di Antariksa
Next Article NISSAN TRANSFORMASI EMPAT OUTLET DI WILAYAH JABODETABEK
Print
72 Rate this article:
No rating

Please login or register to post comments.

Back To Top