Search User Login Menu
Tools
Close

SKK Migas Dukung Kementerian ESDM yang Bebaskan Investor Pilih Kontrak
SF
/ Categories: Energi

SKK Migas Dukung Kementerian ESDM yang Bebaskan Investor Pilih Kontrak

Kementerian ESDM ingin membebaskan investor memilih skema kontrak migas yang diinginkannya untuk mendorong investasi di sektor ini.

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mendukung langkah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif yang ingin membebaskan investor dalam memilih skema dalam kontrak bagi hasil migas.

Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Wisnu Prabawa Taher mengatakan pihaknya akan mendukung kebijakan yang nantinya akan diambil oleh Pemerintah. Apalagi menurut Wisnu, jika hal tersebut menyangkut mengenai upaya dalam menarik investor migas besar masuk ke Indonesia.

"Kami mendukung dan akan mengikuti arahan Pak Menteri membuka pilihan mana yang baik untuk investor, dalam rangka meningkatkan daya tarik investasi di hulu migas," ujar Wisnu, Senin (2/12). Sebelumnya, Menteri ESDM Arifin Tasrif kembali mempertimbangkan hadirnya kontrak bagi hasil cost recovery bagi investor migas. Saat ini, pemerintah mewajibkan perusahaan migas menggunakan skema gross split.

Dalam rapat kerja dengan anggota Komisi VII DPR RI, Arifin mengungkapkan, perlu adanya evaluasi terhadap pola bisnis serta investasi di sektor migas. Evaluasi ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk segera memetakan regulasi yang menghambat laju investasi. Jika kebijakan pemilihan dua skema ini jadi diimplementasikan, investor pun bisa memilih skema bagi hasil mana yang terbaik bagi lapangan migasnya masing-masing.

Namun, Arifin tidak merinci apakah fleksibilitas memilih skema itu berlaku untuk blok migas kontrak baru atau terminasi yang habis kontrak. Ia hanya mengatakan, dua skema tersebut mempunyai nilai lebih masing-masing. Sepengetahuan Arifin, investor yang mengeksplorasi wilayah kerja baru dengan tingkat risiko tinggi biasanya memilih menggunakan skema cost recovery. Namun ada juga investor yang sejak awal lebih senang menerapkan skema gross split karena memberikan kepastian investasi di awal.

Reporter: Verda Nano Setiawan

Previous Article Perusahaan Wajib Isi Modul Verifikasi Penjualan Hasil Tambang Mineral
Next Article Kominfo: Ada 3.901 Hoaks dari Agustus 2018-November 2019
Print
10 Rate this article:
No rating

Please login or register to post comments.

Back To Top