Search User Login Menu
Tools
Close

Rencana Pembatasan Produksi OPEC Angkat Harga Minyak
SF
/ Categories: Energi

Rencana Pembatasan Produksi OPEC Angkat Harga Minyak

Harga minyak dunia menguat 1 persen

Jakarta, CNN Indonesia -- Harga minyak dunia menguat 1 persen pada perdagangan awal pekan kemarin. Penguatan ditopang oleh rencana pemangkasan produksi yang dilakukan oleh Organisasi Negara Eksportir Minyak (OPEC).

Mengutip Antara, harga minyak berjangka Brent berakhir di level US$60,92 per barel atau naik 0,7 persen. Kemudian, harga minyak WTI menguat lebih signifikan sebesar 1,4 persen ke level US$56,96 per barel.

Sejumlah pihak memproyeksi OPEC dan sekutunya memperpanjang pemangkasan produksi dan menambahnya hingga 400 ribu barel per hari (bph). Rencananya, pejabat OPEC akan melakukan pertemuan di Wina pada Kamis (5/12) dan Jumat (5/12) waktu setempat.

"Ada diskusi tentang pemangkasan yang lebih dalam," kata sumber OPEC, dikutip Selasa (3/12).

Sumber OPEC itu juga menuturkan pengurangan produksi minyak akan membuat harga komoditas tersebut lebih stabil. Maklum, harga minyak sebelumnya sempat terkoreksi lantaran ada peningkatan produksi di Amerika Serikat (AS).

"Pemotongan yang lebih dalam dapat meningkatkan harga," ucap sumber OPEC.

Untuk mengingatkan, OPEC dan sekutunya sepakat untuk memangkas produksi minyak hingga 1,2 juta barel per hari sejak Januari 2019 sampai Maret 2020. Sejauh ini, belum ada kepastian apakah organisasi itu akan memperpanjang pemangkasan pasokan atau tidak setelah Maret 2020.

"Saudi tampaknya berniat mempertahankan pengurangan produksi yang masih ada sambil memperpanjang kesepakatan hingga pertengahan tahun depan," ujar residen Ritterbusch and Associates Jim Ritterbusch.

Sementara, sentimen positif lainnya untuk harga minyak datang dari data ekonomi China. Aktivitas manufaktur di Negeri Tirai Bambu itu meningkat, sehingga menunjukkan kenaikan permintaan minyak di global.

Indeks Manajer Pembelian Manufaktur (PMI) di China tercatat di level 51,8 pada November 2019. Angkanya naik dibandingkan posisi Oktober 2019 di level 51,7.

(aud/agt)

Previous Article Harga Emas Stabil Usai Data Manufaktur AS Melemah
Next Article Produksi Migas Terus Turun, Luhut Minta Metode Ini Dioptimalkan
Print
4 Rate this article:
No rating

Please login or register to post comments.

Back To Top